2. Pengertian Agronomi

PENGERTIAN AGRONOMI LANJUT

Oleh

Roedhy Poerwanto

Departemen Agronomi dan Hortikultura

Fakultas Pertanian

Institut Pertanian Bogor

Agronomi

Tanaman adalah tumbuhan yang sudah dibudidayakan. Sedangkan Tanaman Pertanian adalah segala tanaman yang digunakan manusia untuk tujuan apapun, yang berfaedah yang secara ekonomi cocok dengan rencana kerja dan eksistensi manusia dan dikelola sampai tingkat tertentu. Produksi tanaman adalah pengelolaan tanaman yang bermanfaat. Ilmu yang mempelajari produksi tanaman adalah Agronomi. Sehingga Agronomi adalah ilmu yang mempelajari cara pengelolaan tanaman pertanian dan lingkungannya untuk memperoleh produksi yang maksimum dan lestari. Secara lebih rinci Agronomi adalah ilmu yang mempelajari pengelolaan sumberdaya nabati dengan melakukan rekayasa terhadap lingkungan tumbuh, potensi genetik dan potensi fisiologinya dalam kegiatan produksi tanaman dan penanganan hasil dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan, sandang, bahan baku industri, obat-obatan dan rempah, serta kenyamanan hidup. Orientasi agronomi adalah produksi maksimum dan mempertahankan sistem produksi yang berkelanjutan.

Mata kuliah Agronomi Lanjut membahas sistem produksi tanaman dengan penekanan pada perekayasaan lingkungan tumbuh dan potensi fisiologi tanaman untuk peningkatan produktivitas dan kelestariannya; kaitan antara iklim, tanah, lahan dan masyarakat dengan teknologi produksi dalam rangka intensifikasi dan ektensifikasi pertanian di daerah tropis; pembahasan tentang Revolusi Hijau dan reaksi balik atas kelemahannya dengan penekanan pada konsep integrated crop management

Agronomi dalam Sistem Agribisnis

Sistem adalah sekumpulan bagian yang mempunyai kaitan satu dengan yang lain, terorganisir, berinteraksi, yang secara bersama-sama bereaksi menurut pola tertentu terhadap input dengan tujuan menghasilkan output. Agribisnis adalah keseluruhan rangkaian pertanian komersial yang mencakup pengadaan dan pendistribusian sumberdaya, sarana produksi dan jasa, kegiatan produksi pertanian, penanganan, penyimpanan dan transformasi hasil, pemasaran hasil dan hasil olahan. Sedangkan Agroindustri adalah sub-sistem dari agribisnis yang mencakup kegiatan pasca panen dan pengolahan, penanganan, sortasi, pengkelasan, pengemasan, pemberian label dan penyimpanan yang terdapat dalam kegiatan transformasi produk dan pemasaran. Agronomi adalah Subsistem dari Sistem Agribisnis yang menyangkut pengorganisasian dalam produksi tanaman.

Ada perubahan paradigma dalam memandang sistem produksi tanaman:

Sistem produksi suatu jenis tanaman bukan hanya sekedar kemampuan untuk “menghasilkan sebanyak-banyaknya” atau sekedar pencapaian suatu target

Pilihan tanaman yang akan diusahakan harus memperhatikan dan mengutamakan daya dukung sumber daya alam, keserasian dan kelestarian

Prinsip dalam produksi harus berorientasi pasar

Produksi Aktual dan Potensial

Dibandingkan dengan radiasi matahari total yang secara teoritis dapat digunakan untuk fotosintesis, ternyata produktivitas tanamanan saat ini masih sangat rendah. Efisiensi fotosintesis tanaman-tanaman yang termasuk sangat produktif hanya berkisar antara 1.4 % untuk kelapa sawit di Malaysia, sampai 4.3% untuk gula beet di Inggris dan Millet di Northern Teritory Australia. Produktivitas beberapa tanaman tropis yang produktivitasnya tinggipun efisiensi fotosintesisnya juga rendah (Tabel 1)

Tabel 1. Efisiensi Fotosisntesis Beberapa Tanaman di Daerah Tropika

Tanaman

Negara

Produktivitas (g/m2/hari)

Efisiensi Fotosintesis (% Radiasi Total)

Tropika

Singkong

Malaysia

18

2.0

Padi

Tanzania

17

1.7

Padi

Philiphina

27

2.9

Kelapa sawit

Malaysia

11

1.4

Tebu

Hawai

37

3.8

Jagung

Thailand

31

2.7

Temperate & Sub-tropik

Jagung

Kentucky, USA

40

3.4

Jagung

California, USA

52

3.0

Sudan Grass

California, USA

51

2.9

Pinus

Australia

40

2.7

Gula Tebu

Texas, USA

31

2.8

Padi

Australia

23

1.4

Kentang

California, USA

37

2.3

Gula Beet

Inggris

31

4.3

Gandum

Belanda

18

1.7

Sumber: Coombs et al., 1985

Dari data-data tersebut dapat dilihat bahwa masih sangat besar peluang IPTEK untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Hal ini merupakan tantangan bagi para ahli ekofisiologi tanaman. Kemampuan untuk melakukan manipulasi lingkungan, aktivitas fisiologi dan tentu saja genetik tanaman untuk memacu aktivitas fotosintesis tanaman akan menjadi kunci bagi pertanian masa depan. Kemampuan ini sangat penting mengingat kebutuhan pangan dunia pada masa yang akan datang terus bertambah, seiring dengan pertambahan penduduk maupun tingkat kemakmuran masyarakat.

Disamping masalah fotosintesis, hala lain yang berpengaruh terhadap produksi adalah distribusi hasil fotosintesis ke organ bernilai ekonomi dan metabolisme dari fotosintat untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi. Pendalaman dalam pemahaman terhadap apa yang mengatur arah distribusi fotosintat dan karakter seperti apa yang diperlukan agar lebih banyak fotosintat didistribusikan ke organ bernilai ekonomi akan sangat membantu program pemuliaan. Demikian pula pemahaman terhadap metabolisme fotosintat menjadi zat yang diperlukan oleh manusia, akan sangat bermanfaat dalam upaya peningkatan produksi tanaman.

Random Fluctuation

Dalam mengelola suatu sistem produksi, ada hal yang harus mendapat perhatian serius, kalau tidak ingin usaha tadi gagal. Hal tersebut adalah Random Fluctuation, ialah adanya faktor yang selalu berubah, tidak diinginkan, tidak bisa/sukar dikendalikan, mempengaruhi secara acak proses produksi, dan seringkali menyebabkan output bisa berbeda dengan yang diinginkan. Hal ini terjadi karena Lingkungan sangat berpengaruh terhadap sistem. Contoh random fluctuation antara lain adalah fungsi2 lain dalam organisasi (fungsi pemasaran, keuangan, personalia dsb), lingkungan di luar perusahaan (Perturan pemerintah, Hukum, Kondisi sosial politik, Ekonomi, Perubahan selera konsumen, dsb.). Random Fluctuation ini hampir selalu terjadi, tetapi dapat dikurangi melalui usaha keras manajemen. Tugas mahasiswa adalah mencari dan menganalisis Random fluctuation pada sistem produksi tanaman, serta mencoba merumuskan apa yang harus dilakukan manajemen untuk menghadapinya.

.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s